Rasisme dan Menurunnya Sikap Saling Menghargai



Hallo, saudaraku semuanya. Jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya hanya memberikan pendapat saya tentang Rasisme dan Menurunnya Sikap Saling Menghargai antara satu sama lain. Baiklah mulai dari mana ya. Saya sendiri juga bingung hiks. Saya mulai dari Definisi Rasisme dulu aja ya. 
Jadi Rasisme adalah peristiwa, situasi yang menilai berbagai tindakan dan nilai dalam suatu kelompok berdasarkan perspektif kulturnya yang memandang nilai sosial masyarakat lain di luar diri mereka itu salah dan tidak dapat deterima, menurut Oliver C.Cox. Itulah satu diantara definisi rasisme menurut pendapat para ahli. Baiklah akan saya ungkapkan pendapat saya. Menurut saya sikap merendahkan pribadi seseorang adalah sikap yang lebih rendah dari hewan. Sejatinya manusia diberi akal dan pikiran serta perasaan, lalu sebenarnya apa yang mempengaruhi sikap tersebut sering muncul di permukaan, bahkan mungkin hampir selalu ada di Internet khususnya media sosial.

Silahkan buat kawan-kawan coba aja buka akun media sosial kalian, hampir setiap ada postingan tentang pejabat atau pemimpin sebagian besar komentarnya berisi hal-hal yang negatif, padahal jika ditelisik lebih lanjut belum tentu apa yang mereka komentari paham. Kebanyakan mungkin hanya komentar berdasarkan kecintaannya kepada sosok tertentu. Lihat saja Frasa "Kadal Gurun" sudah sering nongol di tiap-tiap media sosial, kata "Cebong" dan "Kampret". Frasa tersebut secara tidak langsung bisa menjadi pemicu ujaran kebencian. Lalu siapa sebenarnya yang mempopulerkan Frasa-frasa tersebut, entahlah saya tidak mau beropini terhadap hal-hal diluar kemampuan saya. 

Apa yang sebenarnya terjadi, sehingga model-model pengelompokan ini selalu melekat pada pikiran seseorang. Siapa yang harus merubah pola-pola yang sudah terpatri pada tiap-tiap individu. Pemimpinkah atau siapa? Sejatinya, jika hanya individu biasa yang berkampanye untuk bersikap saling menghargai satu sama lain sangatlah sulit. Bahkan menurut saya, Tema tentang Toleransi Wajib dimasukkan ke dalam Iklan baik di media Televisi maupun media sosial lainnya. 

Menurunnya sikap saling menghargai seharusnya menjadi prioritas utama. Jika hal ini tidak terlalu diprioritaskan bukan tidak mungkin suatu saat akan memecah belah NKRI, sejatinya kita (masyarakat Indonesia) adalah masyarakat yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai satu sama lain. Kita punya pondasi itu dan potensi. 

Baru-baru ini ada seorang yang terkenal memposting foto seseorang yang disandingkan dengan hewan, menurut saya hal tersebut merupakan hal yang sangat hina dan tidak mempunyai jiwa manusiawi, itu adalah puncak tertinggi dari rasis menurut saya. Mari kita bahas sedikit latar belakang sikap saling tidak menghargai. Secara substansi kata-kata saling menghina muncul dari dunia maya, perkembangan teknologi yang sangat pesat, hampir semua orang mempunyai gadget dan mempunyai akses internet. Peran orang tua sangatlah menentukan dasar perubahan pola pikir seseorang. Faktanya, anak anak yang baru berumur 5 tahun saja tontonannya sudah youtube, taukah anda sebagai orang tua sudah mengatur gadget anda untuk anak anda, sudahkan anda mengatur sistem gadget anak anda. Saya pikir dan saya duga ada sebagian yang belum. 

Memang tidak mungkin dijaman sekarang melepaskan anak untuk menggunakan gadget, mau tidak mau, suka tidak suka pasti anak menggunakan gadget. Tinggal orang tua saja lah yang mengatur privasi dan kebutuhan kuotanya. Misalnya privasi, baiknya orang tua mengatur penggunaan mode anak pada gadgetnya, sudahkah anda mengatur itu. Alhamdullilah jika sudah, kalau belum, lebih baik mulai sekarang atur privasi gadget anak anda. Jika anda acuh tak acuh maka jangan menyesal, jika anak anda membuka situs maupun tontonan yang belum waktunya. 

Itulah awal mula perkembangan sikap dan sifat anak jika orang tua acuh tak acuh mengatur penggunaan gadget. Jika diceritakan lebih lanjut tentunya tidaklah cukup untuk saya menulis seluruhnya, tetapi penulis mencoba merangkum menjadi beberapa bagian untuk meminimalisirnya. 
Berikut upaya meminimalisir perkembangan anak supaya tidak menjadi generasi rasisme dan tidak menghargai sesama manusia.
  1. Mulailah dengan menyibukkan diri dengan anak, ikut dan melayani anak untuk bermain secara nyata.
  2. Ajaklah anak untuk pergi ke tempat ibadah, ajari anak untuk mengaji. Jika belum yakin mengajari anak mengaji, ikutkanlah anak untuk les mengaji.
  3. Jangan mempertontokan pertengkaran anda di depan anak, bahkan usahakan anak jangan sampai mendengar intonasi tinggi pertengakaran orang tua. Hal tersebut sangat berpengaruh pada psikologis anak.
  4. Praktekannlah nilai-nilai kebaikan di depan anak.
  5. Atur penggunaan privasi pada gadget yang digunakan oleh anak anda.
Rasisme dan menurunnya sikap saling menghargai, disebabkan berbagai faktor dan sangat kompleks, intinya sesama manusia harus saling menghargai dan jangan merasa benar sendiri. Jika ada kritikan, terimalah dengan senang hati. Jika ada hinaan, tanyakanlah apa latar belakangnya. Saya rasa itu yang dapat saya sampaikan, bila kata-kata banyak yang salah saya mohon maaf. Jika ada masukan maupun kritik silahkan, kritiklah saya dengan cara yang sopan dan santun. Terimakasih, salam sukses.
 

Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
RASISME DI ERA GLOBAL