EPISODE 2 NOVEL TAPAK KAKI HITAM

Episode II Para Menteri Raja Mulai Turun 



Merasa bahwa kerajaannya mulai terancam,
 Sang Raja mulai memerintahkan para menterinya untuk turun langsung ditengah-tengah rakyatnya. Diantara beberapa menteri yang turun ialah menteri kebijaksanaan. Suatu waktu tepat di sore hari menteri tersebut menuju ke sebuah pemukiman yang miskin. Dia datang dikawal oleh penjaga kerajaan. Sampai di gerbang pemukiman, Sang Menteri menatap lingkungan yang kumuh. Tiba-tiba Sang Menteri memanggil pengawalnya untuk menunjukan rumah tetua pemukiman. Langsung saja sang pengawal mengantarkannya ke rumah tetua tersebut. Saat menuju ke rumah tetua, Menteri tersebut merasa jijik dengan kondisi pemukiman, tapi mau tidak mau karena sudah diperintah oleh RAJA maka menteri tersebut harus membuat dan mengkampanyekan lewat tetua tiap-tiap pemukiman. 
    Tiba Di Rumah Tetua, Menteri tersebut langsung berbincang-bincang bahwa dia menginginkan tetua pemukiman untuk meyakinkan kepada rakyat, bahwa kondisi kerajaan baik-baik saja. Bukan hanya meyakinkan, tetapi Menteri memberikan uang dan barang-barang untuk dibagikan ke pemukiman tersebut lewat Tetua kampung. Ditengah-tengah perbincangan antara Menteri dan tetua, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada Menteri. Perempuan tersebut bernama Ningsih. Ningsih langsung bertanya kepada Menteri. "Maaf Menteri, saya ingin bertanya. Kenapa harus Tetua kampung yang menyakinkan kepada rakyat bahwa Kerajaan memang baik-baik saja?" Ucap Ningsih. Tetapi sebelum Menteri menjawabnya, Sang Ayah yaitu tetua kampung langsung memerintahkan Ningsih untuk kembali ke Kamarnya. Mau tidak mau Ningsih harus menuruti perintah Ayahnya, tetapi karena kondisi Ningsih yang masih penasaran, maka diam-diam Ningsih Mendengarkan dengan seksama di dalam kamar tentang pembicaraan Ayahnya dan Menteri. Kembali lagi ke Pembicaaran Tetua dan Menteri, bahwa yang mereka bicarakan adalah, kondisi Kerajaan yang sejatinya sangat baik-baik saja, buktinya saya selaku Menteri kerajaan turun langsung dan memberikan sembako kepada rakyat kami "Ucap Sang Menteri". Tentu saya selaku Tetua kampung sangat bahagia dan selalu mendoakan semoga Petinggi Kerajaan akan selalu memerhatikan rakyatnya dan mengerti kondisi yang sedang dihadapai rakyatnya "Ucap Tetua Kampung". Sudahlah tidak perlu itu diungkapkan, karena Raja setiap waktu selalu memikirkan rakyatnya dan Raja juga memerintahkan menteri-menteri yang lain untuk langsung melihat kondisi Rakyatnya "Ucap Menteri".
      Tetua merasakan bahwa, sekarang kondisi  Kerajaan sudah sangat berubah. Seketika Menteri langsung memberikan uang khusus untuk Tetua yang jumlahnya cukup banyak. Dengan ini, menteri mengucapkan terimakasih dan mohon bantuannya "Ucap Menteri". Baiklah akan saya lakukan seluruh perintah kerajaan dan meyakinkan kepada rakyat bahwa kondisi kerajaan sangat baik-baik saja. Akhirnya menteri pergi dan langsung menuju ke Kerajaan untuk melaporkan kepada Raja, bahwa seluruh perintah Raja sudah diselesaikan dengan baik dan tanpa halangan apapun. 
    Perbincangan di Kerajaan, Raja mengatakan kepada menteri supaya apa yang sebenarnya dialami kondisi kerajaan tidak ada yang mengetahuinya, khususnya orang luar kerajaan. Selang beberapa waktu, Raja memanggil para bawahannya untuk berdiskusi terkait kondisi Kerajaan. Dalam diskusi tersebut terdapat Penasihat Kerajaan yang sangat Tua, yaitu bernama Mpok Absen. Beliau mengatakan kepada Raja, Supaya Raja pandai-pandai membangun citra positif kepada rakyatnya dan meminta Raja ataupun Menteri-menterinya untuk selalu turun langsung kepada rakyat. Hal tersebut semata-mata untuk meyakinkan tentang kondisi kerajaan. Seluruh petinggi kerajaan pun, mengikuti arahan Mpok Absen tanpa ada yang protes. Mpok absen pun mengatakan bahwa, ini adalah cara 1 untuk meyakinkan rakyat kerajaan. Jika Cara 1 gagal tenang saja, saya masih punya 1001 cara supaya rakyat tetap yakin kepada kerajaan. 
    Perbincangan di Rumah Tetua, Ningsih mulai keluar kamar untuk bertanya kepada Ayahnya. Kenapa harus ayah yang turun dan meyakinkan bahwa kondisi kerajaan baik-baik saja, kenapa bukan Menteri? "Ucap Ningsih". Mungkin saja kondisi Menteri yang sedang sibuk, sehingga menitipkan kepada Ayah, nak... "Ucap Ayah". Tapi saya merasa ada yang aneh, tiba-tiba Menteri datang kesini dan memberikan uang kepada Ayah, apakah Ayah tidak merasa Aneh "Ucap Ningsih". Ah.... tentu saja tidak, toh apa yang diberikan kerajaan ini baik dan bagus, sudahlah kamu tidak usah tanya-tanya lagi, Ayah mau tidur, karena besok mau memberikan titipan kerajaan kepada orang-orang pemukiman "Ucap Ayah". Dalam hati Ningsih merasa ada yang tidak beres dan ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Kerajaan. 

Next Episode 3.
Apakah yang akan dilakukan Ningsih?
Apakah ada yang sejalan dengan Ningsih?

Penulis Pandu Rizki Aji Copyright 2021 BLT Press 
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
CERITA EPISODE SINGKAT