Akhir Damai Guru Posting Jalan Rusak Di Medsos

Kasus Guru Dimarahi Aparat Desa Berakhir Damai




Kasus tersebut berawal dari seorang guru yang memposting Jalan Rusak di Desanya. Tepatnya di Desa Cijalingan Sukabumi. Diketahui beberapa aparat desa tidak terima kalau Guru Tersebut memposting foto jalan rusak di media sosial (Facebook). Beberapa aparat desa mendatangi guru tersebut yang kemudian videonya viral di media sosial. Tetapi setelah terjadinya perselihan, akhirnya kedua belah pihak itu telah bedamai. Diketahui guru yang memposting tersebut bernama Eko. Sementara Eko tidak menyangka bahwa postingannya akan menjadi ramai di perbicangan media sosial. Kemungkinan Video tersebut viral karena aparat desa yang marah-marah terhadap Eko.


Aparat desa tidak terima jika jalan yang rusak disebut kubangan Kerbau. Sekarang kasus tersebut sudah damai, artinya kedua belah pihak meminta untuk saling menghargai. 

Kasus protes warga saat ini sering terjadi di media sosial, hal tersebut karena sangat mudah untuk upluod apapun di media sosial. Proses protes di media sosial mungkin bentuk dari renggangnya jarak antara warga dan pemangku kepentingan. Artinya mereka jarang melakukan komunikasi secara langsung. Sebenarnya sebagai warga memang perlu dan wajar ketika mempunyai keluhan terkait layanan baik infrastruktur maupun non infrastruktur. Tinggal bagaimana para pemangku kepentingan menyikapinya. Apalagi peran pemangku kepentingan sangat vital, yaitu sebagai contoh kepada warganya.

Perlunya sikap saling menghargai satu sama lain, bijaknya diselesaikan atau dibicarakan secara baik-baik. Tanpa menggunakan emosi yang berlebihan. Hal tersebut tentunya sebagai pembelajaran bagi siapapun yang melakukan protes atau ketidakpuasaan terhadap pemangku kepentingan.


Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
News