Renggut Keperawanan dan Batalkan Pernikahan Di Vonis 150 Juta

Pria Asal Kab. Banyumas divonis 150 Juta

Image BY BLT PERS 2021



Hallo sobat semuanya, kali ini ada pelajaran berharga nih. Buat kalian yang menjalin hubungan, jangan sampai ya mengalami masalah seperti ini. 
Seorang Pria sebut aja Inisial (AS). Pria tersebut divonis oleh MA untuk membayar ganti rugi 150 Juta. Hal tersebut terjadi karena dia sudah merenggut keperawanan dan membatalkan pernikahan. Haduh...... bagaimana ceritanya. Simak dibawah ini!

Sebab terjadinya peristiwa ini adalah Sang pria yang melamar pacarnya pada tahun 2018. Dalam proses lamaran tentunya ada perundingan kapan nikah nih..., nah terjadilah kesepakatan bahwa proses akad nikah direncanakan pada tahun 2019.

Lambat laun setelah tunangan dan sudah menentukan akad nikah,  sang pria ternyata merayu calon istrinya untuk berhubungan badan. Hal tersebut terjadi mungkin karena sudah tunangan. Nah Sang Pria pokoknya terus merayu, hingga luluhlah calon istrinya untuk melakukan hubungan badan. 

Tapi 2 bulan sebelum pernikahan, ternyata Sang Pria ragu gaes. Akhirnya pria tersebut memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Walah bisa-bisane toh Mas.

Proses pembatalan tersebutlah, hingga pihak dari wanita merasa dirugikan. Masa udah nyiapin akad nikah tinggal 2 bulan lagi, eh malah dibatalin. Akhirnya pihak wanita melaporkan ke pengadilan, bahwa dia merasa dirugikan. Sampai pada tingkat Kasasi, Mahkamah Agung memutuskan Bahwa Pria tersebut BERSALAH dan harus membayar ganti rugi kepada sang wanita sebesar 150 Juta. 

Diminta membayar ganti rugi oleh MA, pihak sang pria merasa dirugikan karena tak memiliki uang sebanyak itu. Intinya pihak Pria mengharapkan adanya proses kekeluargaan terlebih dahulu. 

Lain cerita dari pihak wanita, merasa senang dengan keputusan MA. Yah meskipun anaknya sudah dinodai oleh calon mantunya. Pihak wanita merasa hal tersebut patut diterima oleh pihak Sang Pria karena sudah ingkar JANJI DAN mengecewakan anaknya. 

Dari kejadian tersebut, tentunya ada hikmah yang dapat kita ambil. Bahwa sebagai orang tua kita harus menjaga anak kita dan memberikan nasihat yang baik, meskipun anak kita sudah dewasa. Dan buat kalian kawula muda yang sedang berpacaran, hendaklah saling menghargai privasi satu sama lain. Jangan memaksakan nafsu saja. 


Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
News